You need to enable javaScript to run this app.

Pelaksanaan Shalat Istisqo MIN 1 Sumenep: Ibadah Nyata, Edukasi Penuh Makna

  • Jum'at, 06 November 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
Pelaksanaan Shalat Istisqo MIN 1 Sumenep: Ibadah Nyata, Edukasi Penuh Makna

SUMENEP, 06/11/2026 — Suasana tenang dan penuh kekhusyukan menyelimuti lapangan MIN 1 Sumenep pada Jum’at (06/11/2026) pagi. Seluruh peserta didik beserta jajaran dewan guru dan tenaga kependidikan berkumpul dalam satu saf untuk melaksanakan rangkaian ibadah Shalat Dhuha yang dilanjutkan dengan Shalat Istisqo berjamaah.

Rangkaian kegiatan spiritual ini diawali dengan pelaksanaan Shalat Dhuha yang dipimpin oleh Ustadz Sumarhum. Selesai menunaikan ibadah Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan agenda utama, yakni Shalat Istisqo yang diimami langsung oleh Ustadz Achmadi. Meskipun paparan sinar matahari di lapangan terasa cukup terik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat jamaah. Seluruh peserta didik dan guru mengikuti gerakan shalat, menyimak khutbah, dan memanjatkan doa dengan sangat tenang, khidmat, dan penuh harap.

Kegiatan Shalat Istisqo di lingkungan MIN 1 Sumenep ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar ibadah memohon turunnya hujan dan sarana memohon ampunan kepada Allah SWT. Lebih dari itu, madrasah menjadikan momen ini sebagai sarana edukasi dan pembelajaran kontekstual yang esensial bagi anak-anak.

Melalui praktik langsung di lapangan, peserta didik diberikan pemahaman secara komprehensif mengenai tata cara pelaksanaan Shalat Istisqo yang benar, alasan mengapa ibadah sunnah muakkad ini perlu dilakukan saat kemarau panjang, serta apa tujuan utama di balik pelaksanaannya.

Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen madrasah dalam melakukan pembinaan karakter. Demi anak-anak, pendidikan agama tidak hanya berhenti pada teori di dalam kelas, melainkan diwujudkan dalam pengalaman spiritual yang nyata. Dengan mempraktikkannya langsung, diharapkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta rasa ketergantungan manusia kepada Sang Pencipta dapat tertanam kuat dalam sanubari setiap siswa sebagai bekal kehidupan mereka kelak.

Setelah seluruh rangkaian ibadah, khutbah, dan doa bersama selesai dilaksanakan, para peserta didik dengan tertib membubarkan diri dari lapangan. Mereka kemudian kembali ke ruang kelas masing-masing untuk melanjutkan proses pembelajaran akademik seperti biasa dengan energi batin yang baru.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

TRI WAHYUDI JANUARIANTO, M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Selamat Datang Selamat Bergabung  

Berlangganan
Tautan
Jajak Pendapat

Mengapa anda memilih menyekolahkan putera/puterinya di MIN 1 Sumenep?

Hasil
Banner